
Share this product :
Asam Asetat Glasial (99% min) - Taiwan
- Origin
- : Taiwan
- CAS Number
- : 64-19-7
- HS Code
- : 29152100
Basic Info
- Nama IUPAC
- : acetic acid
- Formula molekul
- : C2H4O2
- Berat molekul (g/mol)
- : 60.0500
- Sinonim & Nama Dagang
- : Glacial acetic acid; Ethanoic acid; Methanecarboxylic acid
- Kemurnian/Uji (%)
- : 99.5% min
- Kelas/Tingkat Kualitas
- : Kelas Industri
- Bentuk Fisik
- : Cairan
- Konsentrasi
- : Pure substance
- Penampilan/Warna
- : Clear to slightly colored liquid
- Bau
- : Vinegar-like sharp
- Titik lebur (° C)
- : 17.0000
- Titik didih (° C)
- : 118
- Kepadatan (g/cm³)
- : 1.0490
- Kelarutan dalam Air
- : Miscible
- Kata Sinyal
- : Bahaya
- Nomor PBB
- : 2789
- Kelas Bahaya GHS
- : Flammable; Skin corrosive; Eye corrosive
- Pernyataan H
- : H226|H290|H314
- Pernyataan P
- : P210|P234|P260|P264|P271|P273|P280|P301+P330+P331
- Status REACH
- : Registered
- Status Prekursor Obat
- : Non-precursor
- Kelas Penyimpanan (GHS)
- : 8
- Kondisi Penyimpanan
- : Cool, dry; away from oxidizers and bases
Categories
Share this product :
Ikhtisar Singkat
Asam asetat glasial adalah varian pekat asam asetat, juga dikenal sebagai asam etanoat, dengan rumus molekul CH3COOH. Ia bertindak sebagai asam monoprotik lemah, dengan mudah melepaskan proton dari gugus fungsi asamnya (-COOH) untuk membentuk anion asetat, basa konjugat. Berfungsi sebagai pelarut protik polar, mudah larut dan bercampur dengan pelarut polar lainnya seperti air. Namun, sifat polarnya membuatnya tidak larut dan tidak dapat bercampur dengan pelarut non-polar seperti oktan.
Ketika digunakan sebagai reagen primer, asam asetat dengan mudah menciptakan berbagai reagen organik seperti asetil klorida dan etanol melalui reaksi substitusi dan reduksi, masing-masing. Selain itu, dapat menimbulkan korosi pada logam seperti besi, magnesium, dan seng, menghasilkan gas hidrogen dan logam asetat. Khususnya, aluminium mengembangkan lapisan pelindung aluminium oksida, memberikan ketahanan asam dan menjadikan tangki aluminium pilihan yang cocok untuk mengangkut asam asetat. Atau, drum polietilen densitas tinggi (HDPE) juga merupakan kapal pengangkut yang efektif karena ketahanannya terhadap efek asam asetat.
Proses Manufaktur
Metode 1: Karbonilasi Metanol
Sintesis asam asetat melibatkan karbonilasi metanol, di mana pengenalan karbonil logam ke dalam metanol terjadi baik melalui proses Monsanto yang dikatalisis rhodium atau proses Cativa yang dikatalisis iridium. Namun, kemajuan proses Cativa yang dikatalisis iridium membuat proses Monsanto menjadi usang. Proses Cativa, yang dikenal karena sifatnya yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan, dengan cepat menjadi metode utama untuk memproduksi asam asetat.
Metode 2: Oksidasi Asetaldehida
Pendekatan lain untuk produksi asam asetat memerlukan pengoksidasi asetaldehida, diperoleh dari oksidasi butana dan hidrasi etilen melalui proses Wacker. Asetaldehida mentah yang dihasilkan mengalami pemurnian melalui distilasi ekstraktif diikuti dengan distilasi fraksional. Asetaldehida halus ini kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan asam asetat.
Metode 3: Teknik Fermentasi
Sintesis asam asetat juga melibatkan fermentasi oksidatif menggunakan bakteri asam asetat Acetobacter dalam kandungan alkohol atau fermentasi anaerob menggunakan bakteri anaerob Acetobacterium. Metode Acetobacter terbukti lebih hemat biaya untuk produksi asam asetat dibandingkan dengan metode fermentasi lainnya.
