Makanan Canola

Makanan Canola

Origin
: China
CAS Number
: 121957-95-7
HS Code
: 230641
Basic Info
Keadaan Fisik
: Padat
Penampilan/Warna
: Light grey-brown powder / pellets
Bau
: Characteristic mustard
Kandungan Kelembaban (%)
: <12%
Sinonim & Nama Dagang
: Rapeseed meal (00); Canola expeller; RSM
Jumlah Plat Total (TPC)
: <500,000 CFU/g
Ragi & Jamur
: <50,000 CFU/g
E. Coli
: <100 CFU/g
Bakteri Koliform
: <1,000 CFU/g
Salmonella
: Negative/25g
Umur simpan
: 6 months
Ukuran Kemasan
: 50 kg / bulk
Jenis Kemasan
: PP woven bag / bulk
Kondisi Penyimpanan
: Cool, dry; pest-free
Sertifikasi Halal
: Available on request
Sertifikasi Kosher
: Available on request
ISO/HACCP
: Yes
Kelas Makanan/Status Peraturan
: Feed grade
Protein Mentah (%, min)
: 36% min
Ekstrak Lemak Kasar/Eter (%, maks)
: 2.5% max
Serat Mentah (%, maks)
: 12% max
Kandungan Abu - Pakan (%, maks)
: 7.0% max
Kandungan Kalsium, Ca (%)
: 0.65%
Kandungan Fosfor, P (%)
: 1.0%
Kepadatan Massal
: ~0.55 g/cm³
Konten Lisin (%, min)
: 2.1%
Pengobatan Antioksidan
: None or as specified
Deklarasi Spesies Asal
: Brassica napus (Canola/Rapeseed)
Aflatoksin B1
: <5 ppb
Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
: Compliant
Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
: Compliant
Share this product :
Interested in this product?

For more detailed information including pricing, customization, and shipping:

Technical Document

Ikhtisar Singkat
Tepung canola — juga dikenal sebagai tepung lobak, adalah produk sampingan dari proses ekstraksi minyak dari canola (Brassica sp.). Ini banyak digunakan untuk memberi makan semua kelas ternak mengingat kandungan proteinnya yang banyak. Produksi besar-besaran minyak lobak atau canola menyebabkan pasokan tepung lobak yang tinggi, oleh karena itu berkembang menjadi bahan berharga untuk pakan ternak. Tepung canola memiliki kadar metionin dan sistein yang tinggi, profil asam aminonya sangat cocok untuk pakan hewan. Sangat enak untuk memberi makan ruminansia, babi, unggas, dan akuakultur.
Proses Manufaktur
Sebagian besar proses pembuatan tepung kanola dimulai dengan ekstraksi pelarut prepress, dengan memisahkan minyak dari makanan. Ekstraksi pelarut pra-tekan umumnya mencakup pembersihan benih, pra-pengkondisian dan pengelupasan benih, memasak benih, menekan serpihan untuk menghilangkan sebagian minyak secara mekanis, ekstraksi pelarut dari kue pres untuk menghilangkan sisa minyak, desolventisasi dan memanggang makanan, pengeringan dan pendinginan makanan.