
Bagikan produk ini :
DL-Metionin (88% Cairan) - Asal Singapura
- Asal
- : Singapore
- Nomor CAS
- : 59-51-8
- Kode HS
- : 2930
Info Dasar
- Keadaan Fisik
- : Padat
- Penampilan/Warna
- : White crystalline powder or granules
- Bau
- : Slight characteristic
- Rasa
- : Slightly sweet
- Kandungan Kelembaban (%)
- : <0.5%
- pH
- : 5.0-7.0 (10% solution)
- Sinonim & Nama Dagang
- : DL-Methionine; Methionine; 2-amino-4-(methylthio)butanoic acid
- Jumlah Plat Total (TPC)
- : <50,000 CFU/g
- Ragi & Jamur
- : <500 CFU/g
- E. Coli
- : Negative/25g
- Bakteri Koliform
- : <100 CFU/g
- Salmonella
- : Negative/25g
- Umur simpan
- : 24 months
- Ukuran Kemasan
- : 25 kg
- Jenis Kemasan
- : PP woven bag
- Kondisi Penyimpanan
- : Cool, dry place
- Sertifikasi Halal
- : Available
- Sertifikasi Kosher
- : Available
- ISO/HACCP
- : Yes
- Kelas Makanan/Status Peraturan
- : Feed grade
- Protein Mentah (%, min)
- : ~58%
- Total Nitrogen Dasar Volatile (TVN/TVBN, mg/100g)
- : Not applicable
- Kepadatan Massal
- : ~0.60 g/cm³
- Uji Bahan Aktif (%)
- : 99% min (powder); 88% min (liquid)
- Pengobatan Antioksidan
- : None
- Deklarasi Spesies Asal
- : N/A (synthetic)
- Otorisasi Aditif Pakan UE No.
- : E922
- Aflatoksin B1
- : Not applicable
- Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
- : Compliant
- Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
- : Not applicable
Kategori
Bagikan produk ini :
Ikhtisar Singkat
Metionin, asam amino yang melimpah dalam belerang, secara signifikan berkontribusi pada kesejahteraan dan efisiensi unggas. Pentingnya meluas ke beragam fungsi tubuh, mengatur proses metabolisme dengan memproduksi gugus metil. Selain itu, sangat penting untuk memelihara pertumbuhan sel dan mempromosikan perkembangan secara keseluruhan.
Proses Manufaktur
Proses pembuatan metionin terdiri dari beberapa fase:
Untuk memulai, ia mengubah bahan baku yang mampu menghasilkan metionin, seperti 2-amino-4-methylthiobutyronitrile atau 2-amino-4-methylthiobutanamide, melalui hidrolisis dalam larutan amonia berair. Biokatalis membantu konversi ini, menghasilkan larutan amonia yang mengandung metionin.
Selanjutnya, tahap selanjutnya melibatkan penghapusan biokatalis dari larutan amonia yang mengandung metionin yang diperoleh pada fase awal.
Terakhir, langkah ketiga berpusat pada penyulingan amonia dari produk yang diperoleh pada fase kedua untuk memisahkan dan mengumpulkan kristal metionin.
