DL-Metionin (99% Bubuk) - Asal China

DL-Metionin (99% Bubuk) - Asal China

Asal
: China
Nomor CAS
: 59-51-8
Kode HS
: 2930
Info Dasar
Keadaan Fisik
: Padat
Penampilan/Warna
: White crystalline powder or granules
Bau
: Slight characteristic
Rasa
: Slightly sweet
Kandungan Kelembaban (%)
: <0.5%
pH
: 5.0-7.0 (10% solution)
Sinonim & Nama Dagang
: DL-Methionine; Methionine; 2-amino-4-(methylthio)butanoic acid
Jumlah Plat Total (TPC)
: <50,000 CFU/g
Ragi & Jamur
: <500 CFU/g
E. Coli
: Negative/25g
Bakteri Koliform
: <100 CFU/g
Salmonella
: Negative/25g
Umur simpan
: 24 months
Ukuran Kemasan
: 25 kg
Jenis Kemasan
: PP woven bag
Kondisi Penyimpanan
: Cool, dry place
Sertifikasi Halal
: Available
Sertifikasi Kosher
: Available
ISO/HACCP
: Yes
Kelas Makanan/Status Peraturan
: Feed grade
Protein Mentah (%, min)
: ~58%
Total Nitrogen Dasar Volatile (TVN/TVBN, mg/100g)
: Not applicable
Kepadatan Massal
: ~0.60 g/cm³
Uji Bahan Aktif (%)
: 99% min (powder); 88% min (liquid)
Pengobatan Antioksidan
: None
Deklarasi Spesies Asal
: N/A (synthetic)
Otorisasi Aditif Pakan UE No.
: E922
Aflatoksin B1
: Not applicable
Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
: Compliant
Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
: Not applicable
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis

Ikhtisar Singkat
Metionin, asam amino yang kaya akan sulfur, memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas unggas. Signifikansinya mencakup berbagai fungsi tubuh. Melalui pembentukan gugus metil, metionin mengawasi berbagai proses metabolisme. Selain itu, sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan sel dan memajukan perkembangan.
Proses Manufaktur

Proses produksi metionin melibatkan beberapa tahap:
Pertama, dimulai dengan mengubah bahan baku, yang mampu menghasilkan metionin, seperti 2-amino-4-methylthiobutyronitrile atau 2-amino-4-methylthiobutanamide, melalui hidrolisis dalam larutan amonia berair. Konversi ini difasilitasi oleh biokatalis, menghasilkan larutan amonia yang mengandung metionin.
Langkah selanjutnya melibatkan pemisahan biokatalis dari larutan amonia yang mengandung metionin yang diperoleh pada fase awal.
Akhirnya, langkah ketiga berkisar pada penyulingan amonia dari produk yang diperoleh pada langkah kedua untuk mengisolasi dan memisahkan kristal metionin.