
Bagikan produk ini :
L-Lisin HCL 98,5%
- Asal
- : Korea (South)
- Nomor CAS
- : 657-27-2
- Kode HS
- : 29224100
Info Dasar
- Keadaan Fisik
- : Padat
- Penampilan/Warna
- : White to off-white crystalline powder
- Bau
- : Characteristic
- Rasa
- : Slightly bitter
- Kandungan Kelembaban (%)
- : <0.5%
- pH
- : 5.0-6.0 (10% solution)
- Sinonim & Nama Dagang
- : L-Lysine monohydrochloride; L-Lysine HCl; Lysine 98.5%
- Jumlah Plat Total (TPC)
- : <50,000 CFU/g
- Ragi & Jamur
- : <500 CFU/g
- E. Coli
- : Negative/25g
- Bakteri Koliform
- : <100 CFU/g
- Salmonella
- : Negative/25g
- Umur simpan
- : 24 months
- Ukuran Kemasan
- : 25 kg
- Jenis Kemasan
- : PP woven bag
- Kondisi Penyimpanan
- : Cool, dry place
- Sertifikasi Halal
- : Available
- Sertifikasi Kosher
- : Available
- ISO/HACCP
- : Yes
- Kelas Makanan/Status Peraturan
- : Feed/Food grade
- Protein Mentah (%, min)
- : ~68%
- Total Nitrogen Dasar Volatile (TVN/TVBN, mg/100g)
- : Not applicable
- Kepadatan Massal
- : ~0.70 g/cm³
- Konten Lisin (%, min)
- : 78.8% min
- Uji Bahan Aktif (%)
- : 98.5% min (HCl form); 99% min (monohydrochloride)
- Pengobatan Antioksidan
- : None
- Deklarasi Spesies Asal
- : N/A (fermentation)
- Otorisasi Aditif Pakan UE No.
- : E641
- Aflatoksin B1
- : Not applicable
- Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
- : Compliant
- Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
- : Not applicable
Kategori
Bagikan produk ini :
Ikhtisar Singkat
Lisin (simbol Lys atau K) adalah asam α-amino yang merupakan prekursor banyak protein. Ini adalah asam amino esensial dan harus dipasok oleh makanan hewan karena tidak dapat diproduksi secara alami di dalam tubuh. Lisin diperlukan sebagai blok bangunan untuk sintesis protein, kekurangan lisin membatasi sintesis protein terkait kekebalan hewan yang mencakup antibodi dan sitokin untuk mengerahkan fungsi kekebalan yang diperlukan.
Proses Manufaktur
L-lisin umumnya diproduksi secara komersial sebagai L-lisin monohidroklorida (L-lisin HCl), dengan kemurnian lebih tinggi dari 98,5 berat.%, yang sesuai dengan 78,8 berat.% lisin bebas. Proses ini dapat dibagi menjadi tiga bagian utama: fermentasi; pemulihan produk; dan konsentrasi produk, pengeringan dan pengemasan. Proses fermentasi adalah media kultur persiapan yang digunakan dalam fase batch dan fed-batch fermentasi dengan pencampuran air proses, glukosa dan nutrisi. Langkah fermentasi dilakukan dalam mode fed-batch dan dalam kondisi aerobik. Kaldu fermentasi dikirim ke sistem ultrafiltrasi untuk menghilangkan puing-puing sel dan padatan tersuspensi lainnya. L-lisin yang dielusi dari kolom pertukaran ion dicampur dengan cairan induk dari langkah penyaringan produk dan dipekatkan dengan penguapan. Larutan lisin pekat diasamkan dengan asam klorida, dan L-lisin bebas diubah menjadi L-lisin HCl. Larutan L-lisin HCl kemudian dikirim ke kristalisasi, dan garam lisin disaring. Cairan induk didaur ulang ke evaporator dan kue basah dibawa ke pengering. L-lisin-HCl kering akhir (98,5 berat.%) diperoleh dan dikirim ke jalur pengemasan sebelum disimpan dalam kantong.
