Larut Ikan

Larut Ikan

Asal
: India
Nomor CAS
: 8016-13-5
Kode HS
: 230990
Info Dasar
Keadaan Fisik
: Cairan
Penampilan/Warna
: Dark brown liquid (solubles) / Yellow liquid (oil)
Bau
: Strong fish
Kandungan Kelembaban (%)
: <50% (solubles)
pH
: 4.0-6.0
Sinonim & Nama Dagang
: Fish condensed solubles; Liquid fish; Fish oil (omega-3)
Jumlah Plat Total (TPC)
: Not applicable
Ragi & Jamur
: Not applicable
E. Coli
: Not applicable
Bakteri Koliform
: Not applicable
Salmonella
: Negative/25g
Umur simpan
: 6 months
Ukuran Kemasan
: 1000 L / 200 L
Jenis Kemasan
: IBC / drum / bulk tanker
Kondisi Penyimpanan
: Cool, dark; antioxidant treated
Sertifikasi Halal
: N/A (fish)
ISO/HACCP
: Yes
Kelas Makanan/Status Peraturan
: Feed grade
Protein Mentah (%, min)
: 20-30% (solubles)
Ekstrak Lemak Kasar/Eter (%, maks)
: 5-10% (solubles); >99% (oil)
Total Nitrogen Dasar Volatile (TVN/TVBN, mg/100g)
: <100 mg/100g
Kepadatan Massal
: ~1.10 g/cm³ (solubles)
Uji Bahan Aktif (%)
: EPA+DHA >30% (fish oil)
Pengobatan Antioksidan
: Ethoxyquin/BHT
Deklarasi Spesies Asal
: Marine fish (anchovy/menhaden/tuna)
Aflatoksin B1
: Not applicable
Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
: Compliant
Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
: Compliant (EU 2023/915)
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis
Unduh TDS

Ikhtisar Singkat
Larutan ikan adalah produk sampingan dari minyak ikan dan industri pengalengan ikan. Ini memiliki penampilan coklat dan bentuk cair semi-kental. Larutan ikan kaya akan protein terlarut, vitamin, dan asam amino. Dalam aquafeed, digunakan sebagai atraktan pakan dan pupuk organik. Ini juga digunakan dalam pemberian makan unggas dan babi sebagai sumber faktor pertumbuhan yang tidak teridentifikasi.
Proses Manufaktur
Ikan larut diperoleh dari campuran air dan minyak yang dihasilkan selama pengolahan ikan. Campuran tersebut kemudian dipisahkan menggunakan sentrifugasi untuk mendapatkan fraksi minyak dan menghilangkan kadar air. Selanjutnya, campuran tersebut dikondensasi untuk menghasilkan larutan ikan kental. Protein larut ikan pekat juga diperoleh dengan hidrolisis enzimatik, filtrasi, konsentrasi dan dehidrasi ikan utuh atau limbah filleting, yang mengandung lebih dari 15% lemak.