Semen Putih

Semen Putih

Asal
: Indonesia
Nomor CAS
: 65997-15-1
Kode HS
: 2523.21.00
Info Dasar
Nama IUPAC
: portland cement clinker (complex silicate)
Formula molekul
: CaSiO3 (complex)
Sinonim & Nama Dagang
: White cement; Portland white cement
Kemurnian/Uji (%)
: 52% CaO; 28% SiO2; 5% Al2O3
Kelas/Tingkat Kualitas
: Kelas Industri
Bentuk Fisik
: Padat
Konsentrasi
: Pure substance
Penampilan/Warna
: White to off-white solid
Bau
: Odorless
Kepadatan (g/cm³)
: 3.0000
Kelarutan dalam Air
: Insoluble
Kata Sinyal
: Peringatan
Kelas Bahaya GHS
: Respiratory irritant (IARC Group 1)
Pernyataan H
: H372
Pernyataan P
: P260|P271|P284
Status REACH
: Registered
Status Prekursor Obat
: Non-precursor
Kelas Penyimpanan (GHS)
: 13
Kondisi Penyimpanan
: Keep dry; sealed bags; avoid moisture
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis

Ikhtisar Singkat
Semen putih adalah pengikat penting dengan tingkat keputihan yang tinggi. Semen Portland putih biasa, yang dikenal sebagai “Semen Putih”, adalah salah satu bahan baku terpenting yang digunakan dalam pembangunan gedung. Semen putih dengan pengecualian putihnya memiliki sifat yang sama dengan semen Portland biasa Gray. Ini tahan lama dan sekuat semen Portland biasa Gray dan memiliki tingkat keputihan yang tinggi. Ada berbagai jenis semen putih termasuk Tipe I, II, III, dan V, tetapi Tipe I dan III digunakan secara umum. Semen putih terbuat dari bahan baku dengan kandungan unsur warna yang rendah seperti Mn, Fe, Cr, dan Ti.

Proses Manufaktur
Ada terutama 4 tahap penting dalam proses pembuatan semen putih termasuk penghancuran, penggilingan tepung mentah, klinkerisasi, penggilingan semen. Batu kapur pertama kali dihancurkan di pabrik mentah. Bahan baku seperti tanah liat dan feldspar dari komposisi kimia yang diinginkan diumpankan melalui pengumpan timbang elektronik. Proses penting dalam klinkerisasi adalah persiapan bahan bakar dan operasi kiln. Setelah semen digiling dan pengklasifikasi mengontrol kehalusan semen putih, produk jadi diperoleh dan dikemas.