Tepung Ikan (60%) - Indonesia

Tepung Ikan (60%) - Indonesia

Asal
: Indonesia
Nomor CAS
: 97675-81-5
Kode HS
: 2309.90.32
Info Dasar
Keadaan Fisik
: Padat
Penampilan/Warna
: Light brown to dark brown powder / pellets
Bau
: Characteristic fish
Kandungan Kelembaban (%)
: <10%
Sinonim & Nama Dagang
: Fish meal 65%; Fish meal 66%; Fish meal 60%; Anchovy fish meal
Jumlah Plat Total (TPC)
: <500,000 CFU/g
Ragi & Jamur
: <50,000 CFU/g
E. Coli
: <100 CFU/g
Bakteri Koliform
: <1,000 CFU/g
Salmonella
: Negative/25g
Umur simpan
: 6 months
Ukuran Kemasan
: 50 kg / bulk
Jenis Kemasan
: PP woven bag / bulk
Kondisi Penyimpanan
: Cool, dry; antioxidant treated; pest-free
Sertifikasi Halal
: N/A (fish)
ISO/HACCP
: Yes
Kelas Makanan/Status Peraturan
: Feed grade
Protein Mentah (%, min)
: 60-66% min
Ekstrak Lemak Kasar/Eter (%, maks)
: 6-10%
Kandungan Abu - Pakan (%, maks)
: 18% max
Kandungan Kalsium, Ca (%)
: 4.0-5.0%
Kandungan Fosfor, P (%)
: 2.5-3.0%
Kandungan Garam/NaCl (%, maks)
: 1.5% max
Total Nitrogen Dasar Volatile (TVN/TVBN, mg/100g)
: <100 mg/100g
Kecernaan Pepsin (%, min)
: 88% min
Kepadatan Massal
: ~0.55 g/cm³
Konten Lisin (%, min)
: 4.5-5.0%
Pengobatan Antioksidan
: Ethoxyquin (natural or chemical antioxidant)
Deklarasi Kepatuhan TSE/BSE
: N/A (fish-derived)
Deklarasi Spesies Asal
: Marine fish (anchovy/menhaden/herring - Peru/Indonesia/Thailand/India)
Aflatoksin B1
: Not applicable
Logam Berat - Pakan (As, Pb, Hg, Cd)
: Compliant (Hg <0.1 ppm)
Dioksin & PCB (pg WHO-TEQ/g lemak)
: Compliant (EU 2023/915)
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis

Ikhtisar Singkat
Istilah “Fish Meal” (FM) mengacu pada bahan pakan kaya nutrisi yang digunakan dalam makanan sapi. Diperkirakan satu ton tepung ikan membutuhkan empat hingga lima ton ikan utuh. Sebagian besar ikan yang ditangkap dianggap ikan industri karena mereka terutama digunakan untuk daging dan minyaknya. Dalam industri aquafeed dan pertanian, tepung ikan telah lama menjadi sumber utama protein karena proteinnya yang tinggi, kandungan mineral dan vitamin yang tinggi, energi yang mudah dicerna, dan sumber asam lemak esensial (EFA) yang sangat baik.
Proses Manufaktur
Sebagian besar ikan yang digunakan dalam FM komersial dianggap tidak pantas untuk dimakan manusia langsung karena kecil, berminyak, dan bertulang. Langkah dasar dalam memproduksi tepung ikan adalah menghilangkan air dan minyak dari padatan, meskipun ada langkah-langkah lain juga.
1. Memasak
Protein jaringan pada ikan menggumpal saat melewati silinder konveyor sekrup yang tertutup jaket uap.
2. Menekan
Saat ikan dimasak, cairan diekstraksi dengan menekannya. Residu padat yang tersisa disebut presscake. Sebaliknya, cairan dikenai pemrosesan lebih lanjut setelah sentrifugasi untuk mengekstrak minyak dari partikel yang terdispersi untuk menghasilkan minyak ikan. Karena “air lengket” terkonsentrasi yang diproduksi selama proses pengolahan minuman keras secara opsional dapat dimasukkan kembali ke dalam presscake, pelanggan memiliki opsi untuk membeli makanan “utuh” atau hanya makanan “presscake”.
3. Pengeringan
Kembali ke presscake, dikeringkan lebih lanjut, baik secara langsung maupun tidak langsung, sampai kadar air cukup rendah untuk membuatnya lebih segar lebih lama dan mencegah jamur dan kuman tumbuh di atasnya.
4. Penggilingan dan pengemasan
Tepung ikan diproses dan disaring ke ukuran partikel yang tepat setelah dikeringkan dengan benar. Hal ini memungkinkan untuk disimpan dalam silo atau dikemas ke dalam tas dan dikirim ke sejumlah perusahaan di seluruh dunia.